Kamis, 23 Juli 2009

CORETAN DANRHAMA

CORETAN DANRHAMA


APA KATA TUHAN DAN NABI?

By ; DANRHAMA

Pada saat aku membaca sebuah membaca sebuah novel pendek berjudul “ROBOHNYA SURAU KAMI” karya seorang penulis lokal yang gemilang, aku begitu terpukau dan muncul beberapa tanya. Aku tanya pada seorang sahabat tapi tak ada jawabnya, aku tanya pada guru tapi jawabnya tidak memuaskan, aku tanya pada kiayi, tapi jawabnya kuanggap tidak komplit dan akhirnya aku dapat jawaban yang memuaskan dari TUHAN dan NABI sendiri.

Intisari dari cerita ROBOHNYA SURAU KAMI adalah sebagai berikut :

Pak tua penunggu surau adalah seorang yang sufi, dari sejak muda pak tua sudah meninggalkan kehidupan dunianya. Hari harinya dihabiskan didalam surau hanya untuk berdo’a dan berdo’a. entah berapa milyar do’a yang sudah dia ucapkan demi menyebut keagungan ilahi dan NABInya. Kecintaannya terhadap sang pencipta tidak dapat diukur lagi. Tapi apa yang terjadi pada saat pak tua meninggal dunia dia dijebloskan kedalam neraka yang paling dalam oleh TUHAN.

Suatu hari aku TUHAN dan NABI chat on FB

Aku bertanya pada TUHAN dan NABI. Heh, HAN, BI mengapa kalian sedemikian kejam?

NABI menjawab :

Masalah neraka jangan tanya gua, gua kaga punya urusan!

Aku berkata :

Iya HAN gimana tuh?

TUHAN menjawab:

Sudah sepantasnya situa bangka itu aku hadiah tersebut. Aku tidak butuh dicintai seperti itu, demikian juga NABI. Kalau tidak percaya silahkan tanya NABI sendiri, benarkan BI?

NABI menjawab:

Sip…

TUHAN menjawab:

Kecuali jika situa itu tidak menghabiskan waktunya dengan sia-sia.

Aku mencoba mendengarkan dengan seksama.

TUHAN menjawab:

Coba kamu lihat keluarga pak tua itu jadi terlantar, anak anaknya jadi kurang gizi dan ketika dewasanya tidak menjadi manusia yang produktif, istrinya tidak pernah diberikan pakaian hingga slalu mengenakkan pakaian yang tidak ubahnya seorang gembel hingga banyak sebagian orang yang selalu mencibir. Kamu tahu nggak, gua malu umat gua diolok olok atau saling mengolok satu sama lain.

Aku berkata :

Iya TUHAN.

TUHAN berkata lagi:

Aku hidupkan kalian dibumi bukan hanya untuk menyanjung dan memuji KU dan ROSUL jutaan kali banyaknya hingga kalian lupa untuk bangun pagi, lupa untuk berbenah diri, mencari penghidupan, dan mencari kesejahteraan duniawi. Bagi ku cukuplah kalian menyebut namaku beberapa kali tapi kalian berkerja untuk anakmu, istrimu dan umatmu sebanyak jutaan kali agar mereka sejahtera. Tapi jika kalian telah sejahterakan semua silahkan kalian puji AKU dan NABI sepuas yang kalian mau. Umatku tidak akan menjadi kuat hanya dengan berdo’a, umatku tidak akan bisa membuat sebuah universitas yang besar untuk kepintaran ribuan orang kalau malamnya sembahyang tahajud dan memuji namaku sampai pajar menyingsing tapi disaat jam kerja datang dia malah molor!

Suasana hening sejenak.

TUHAN berkata:

NABI juga tukang begadang tapi dia kaga kelewatan memuji muji GUA, banyakkan juga kerjannya dia dari pada memuji gua. Karna apa, kerjanya seorang umat merupakan ibadah buatnya, apalagi jika kerjanya sambil berdo’a maka gua kasih bonus sekaligus THR sertiap idul fitri. Coba NABI lu ceritain dah, gua mao ngopi dulu.

NABI berkate :

Gua juga kalau malem minggu atau malam malam libur lainya suka juga begadang kaya elu, gua jugakan mausia. Kadang kadang gua nonton bola, nongkrong sama temen tapi kaga nonton bokep kaya elu, he…he… lu mulai dah dari muda, lu gali potensi diri lu dan sampein sekemampu elu pesen gua ini buat umat umat yang laen. Karna dasar kesejahteraan hidup lu didunia dimulai dari muda. Kalo elu berdo’a doang apalagi banyakkan berdo’anya ama kerjanya gua kaga demen. Apalagi semaleman berdoa tidurnya 2 hari.

Aku bertanya:

Bagaimana ama orang yang ngabisin waktu dengan cuma cuma tapi sama sekali nggak pernah menyebut nyebut nama TUHAN ama NABI.

NABI berkate :

Sama!

Aku bertanya :

Kok sama, bukankah mereka sudah beribadah?

NABI berkata :

Lah, buktinya itu situa bangka dimasukin kedalem neraka.

Aku mengangguk angguk sedikit tapi masih kurang puas dengan perkataan NABI.


NABI berkata :

Apa kata firman TUHAN yang diturunin kegua “jika masanya masa dewasa tiba dan seorang anak manusia tidak mencari penghidupan untuk dirinya sendiri dan berdiri dikakinya sendiri maka sia sialah ibadahnya” karna pada saat dihari akhir nanti seluruh pertanyaan detil tentang kehidupan kamu dibumi akan dipertanyakan dan jangan salah tafsir pertanyaannya bukan cuma soal solat kamu dan do’a do’a kamu.

Aku mengangguk angguk.

NABI berkata lagi :

Ada pertanyaan mengapa kamu tidak bisa menyekolahkan anak kamu, hingga anak kamu menjadi bodoh. Karena sudah pasti jika masa muda kamu hanya molor dan molor pasti anak kamu kelak tidak akan mendapat pendidikan yang layak atau mungkin bahkan tidak akan mendapat pendidikan karena kamu miskin. Agamaku tidak mengajarkan menjadi miskin, aku mengajarkan agama yang kuat, agama yang pintar, agama yang disegani, agama yang banyak membantu sesama umat akibat kepintaran dan kemodernannya. Kamu tahu diabad ini agama kita sudah jauh tertinggal, coba kamu lihat agama diluar kita sangat lebih maju dari kita, coba kita rangkul mereka dan jangan musuhi mereka walaupun berlainan keyakinan ilmu datangnya dari tuhan, yuk…kita tidak perlu gengsi untuk belajar dari mereka. Coba kamu pikir, dunia kedokteran yang paling canggih didunia ini, kedokteran yang begitu banyak menolong umat manusia bukan berasal dari agama kita. Andai saja itu bersal dari agama kita tentunya agama kita menjadi agama yang hebat dan menyumbang amal yang tidak terkira. Itu hanya contoh kecil masih banyak cerita ketertinggalan umat kita. Jangan terbuai dengan kata kata umat kitalah yang paling hebat hingga kita lupa untuk mencari kesejahteraan duniawi. Tidak ada kata terlambat jika kita mau berusaha dan bukan hanya molor.

AKU berkata :

Ok, thanks ya TUHAN, NABI.

TUHAN dan NABI :

Sama sama gitu loh…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar